TRENDING NOW

Arab Saudi akan menjadi pusat pemeliharaan pesawat dan pembangkit listrik utama di Timur Tengah seiring privatisasi pemeliharaan maskapai Saudi Arabian Airlines. “Selain itu, Arab Saudi juga akan menjadi pusat perbaikan dan overhaul (MRO) pesawat,” kata Wakil Presiden Saudi Arabian Airlines, Abdullah Al-Ajhar, Rabu (27/4).

Buka Usaha di Arab Saudi
Buka Usaha di Arab Saudi
Al-Ajhar mengatakan, divisi MRO telah melesat ke arah penyelesaian privatisasi, menjadi unit strategis dengan perusahaan sendiri bernama Saudia Aerospace Engineering Industries (SAEI). “Kami sekarang mencari mitra bisnis untuk SAEI dan membuka tender untuk calon investor potensial,” ujarnya.
Pemenang tender dapat bertindak sendiri atau dalam sebuah konsorsium dengan investor lain, dan akan ditawarkan untuk memperoleh 30 persen saham SAEI dan berpartisipasi dalam mengelola proyek ini.
SAEI telah menandatangani perjanjian jangka panjang dengan Saudia Arabian Airlines untuk pemeliharaan 125 armada pesawat, yang mencakup 44 pesawat baru seperti Airbus 320s, A321s dan A330. “Privatisasi SAEI memiliki banyak dimensi, yang terpenting adalah dimensi strategis untuk menjadikan Saudi Arabian Airlines sebagai pusat utama industri pesawat komersial di Timur Tengah dan wilayah Teluk,” kata Al-Ajhar.
Perusahaan perawatan pesawat yang berbasis di Jeddah ini memiliki 5.523 karyawan, sekitar 88 persennya adalah warga Saudi. Mereka ditempatkan di 26 perusahaan penerbangan domestik dan 30 bandara internasional.
Presiden Eksekutif SAEI, Ali bin Abdullah Milaat, mengatakan perusahaannya telah menyelesaikan sejumlah proyek privatisasi termasuk restrukturisasi organisasi perusahaan. Dalam hal ini termasuk masalah finansial, operasional, sektor hukum dan tenaga kerja, untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menghadapi tantangan. ( Sumber : Al-Ahbar Al-Arab )
Visi baru Arab Saudi buka peluang bisnis untuk Indonesia
Arab Saudi membuka Peluang Usaha di Arab Saudi yang lebih luas dengan Indonesia. Mereka berniat melepaskan diri dari ketergantungan ekspor minyak.
Arab Saudi membuka lebar pintu kerja sama bisnis lewat reformasi ekonomi “Visi Arab Saudi 2030”. Melalui visi itu, pelaku usaha Indonesia kini berkesempatan untuk menggarap sektor energi baru dan terbarukan, pembangunan infrastruktur, serta ekspor produk makanan minuman ke negeri petro dollar tersebut.
Untuk itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan mempertemukan lebih dari 40 pelaku usaha arab Saudi dengan pebisnis Indonesia dalam misi pembelian (buying mission).
“Ini merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral Indonesia dengan Arab Saudi di berbagai sektor, khususnya investasi konstruksi dan ketenagakerjaan profesional,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Arlinda, pada Rabu, 4 Mei 2016 dalam keterangan tertulis
Kegiatan ini juga didukung oleh sejumlah lembaga lain seperti KJRI Jeddah, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Kementerian Luar Negeri, Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Kadin, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Peluang Usaha di Arab Saudi

“Menjodohkan” pebisnis
Misi dagang ini memiliki dua jenis kegiatan, yakni business forum dan business matching (B2B).
Forum bisnis menjadi ajang sosialisasi peluang dan potensi kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi di sektor perdagangan. Sedangkan dalam B2B, pelaku Indonesia berkesempatan bertemu dan bernegosiasi lebih dalam dengan pelaku usaha Mekkah selaku mitra dagang. Di sini, kesepakatan kerjasama akan tercapai.
Selain itu, untuk menarik minat, para pengusaha Indonesia juga memamerkan dan mempromosikan produknya. Arlinda meminta pengusaha Indonesia untuk meningkatkan kualitas barang terlebih dahulu.
“Ada kriteria-kriteria yang cukup ketat bagi produk yang dipasarkan di Arab Saudi,” kata dia.
Beberapa di antaranya adalah, perusahaan yang akan memasok produk harus kredibel; khususnya mengenai keamanan jumlah pasokan. Kedua, memenuhi standar internasional yang diisyaratkan yakni Saudi Standrads, Quality and Metrology Organization (SASO). Ketiga, tentu saja memenuhi persyaratan halal.
Mitra dagang potensial
Peluang Usaha di Arab Saudi dan Indonesia memiliki sejarah bilateral yang panjang. Negara ini juga merupakan salah satu mitra dagang yang potensial di kawasan Timur Tengah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, nilai total perdagangan nonmigas kedua negara pada periode 2011-2015 memperlihatkan pertumbuhan positif 3,89 persen per tahun. Rata-rata nilainya sevesar US$ 1,83 miliar per tahun. Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar US$ 921,23 juta per tahun di periode sama.
Pada 2015, neraca perdagangan mengalami surplus 29,84 persen. Produk ekspor utama Indonesia ke Arab saudi selama ini adalah kendaraan bermotor; minyak kelapa sawit; tuna; karet dan produk karet; plywood; kertas dan produk kertas; bubur kertas; arang kayu; serta tekstil dan produk tekstil.
Persaingan Bisnis di Saudi Arabia Sangat Fair..!
Hidup dan tinggal di Saudi Arabia memang membuat banyak pengalaman yg berharga,pengalaman yang sudah pasti berbeda dan terkadang sedikit banyak mempengaruhi jalan fikiran kita..!
Contoh saja masalah kehidupan orang-orang arab di Jeddah sini.! di  Jeddah sini antara tetangga satu dengan tetangga lainnya sama mirip-mirip kehidupan di kota besar manapun yakni tidak mengenal tetangga satu dengan lainnya..terutama untuk orang- yang sudah dewasa..apalagi wanitanya..!
Tapi tidak usah kuatir mereka tetep memberi salam jika berjumpa di jalan kok..!walau terkesan Individualistis sekali..!jadi pergaulan mereka biasanya melalui  faktor kedekatan anak-anak  mereka yg satu sekolah dengan jiran-nya..!selain itu bisa juga karena dulu sama-sama satu kerja,satu sekolah/university dan satu daerah semasa anak-anak..!atau paling sering masih satu saudara..nah yg ini bisa lengket dan dekat walau mereka tinggal berjauhan sekalipun..!
Tapi untuk di daerah-daerah masih lumayan ada saling kenal walau tidak ada pertemuan seperti karang taruna atau RT/RW dan nongkrong bareng di depan rumah..!kegiatan seperti ini jarang sekali terjadi di Saudi Arabia..paling mereka akrab jika sering jumpa di Masjid..itu saja ya selama di Masjid saja mereka sekedar basa-basi..!
Jadi yang namanya main ke rumah tetangga dan ngobrol pepesan kosong sangat jarang terjadi di Saudi Arabia..!
Hal ini juga mempengaruhi cara berfikir mereka dalam hal berbisnis..!Bisnis di Saudi Arabia lumayan cerah prospeknya,karena daya beli rakyat Saudi Arabia lumayan tinggi..!
Tak heran karena faktor hal ini banyak orang saudi arabia yg melirik peluang ini..!dan satu lagi jika hendak membuka bisnis di saudi arabia maka tak perlu banyak berfikir tidak enak sama jiran-nya yang sudah usaha sejenis dll.semua pola fikir ala Indonesia tidak berlaku di Saudi Arabia..!
Di Sini adalah hal biasa jika ada orang yang sukses buka usaha Cafe Internet misalnya,maka jangan heran jika tidak lama kemudian jika usaha itu maju di samping-nya persis ada usaha yang sama yakni buka Cafe Internet baru..dengan penawaran dekor dan fasilitas yang lebih baik lagi.. atau lebih murah lagi.
Begitupun jika ada ada Supermarket baru,maka jika usaha itu ramai tak heran dalam waktu tak begitu lama di sampingnya berdiri Supermarket sejenis dengan harga yang lebih bersaing,juga bisnis lainnya seperti toko kurma dan Toko segala oleh-oleh khas arab seperti madu,rempah-rempah,ratus dll, Restaurant,Saloon,Hotel kelas melati ,Toko Perhiasan,Bengkel Mobil,Klinik swasta,Pom Bensin dll.
Bahkan Toko Indonesia dan Restaurant Indonesia-pun kadang berdekatan hanya berjarak beberapa meter saja..padahal kalau di fikir-fikir di tempat lain yg masih jauh masih banyak yang kosong  dan belum ada usaha sejenis,tapi begitulah mereka tidak peduli akan hal ini yang penting bagi mereka adalah ada peluang  bisnis dan mempunyai tempat usaha atau sewa yang terjangkau maka langsung saja buka usaha..!
Pernah saya lihat ada salon wanita yang terkenal sangat ramai pengunjungnya,maka tak berapa lama di sampingnya persis berdiri saloon yang serupa atau cafe internet malah berjejer berdampingan..!apalagi kalau sekelas counter penjualan alat-alat elektronik kalau yang ini malah kadang sampai satu komplek khusus menjual barang-barang elektronik..!begitupun toko pakaian-sepatu-tas dll. itu sudah biasa sekali satu komplek.
Tapi tidak usah kuatir persaingan mereka sangat fair prinsip mereka rejeki sudah ada yang mengatur,jadi tak ada yang namanya sampai pergi ke dukun atau orang pintar agar usaha mereka laris,sementara usaha saingannya bangkrut,yang ini tidak di kenal di Saudi Arabia..!Apalagi sampai berseteru sampai angkat clurit dan mendatangkan preman guna memprovokasi pesaingnya agar tidak laku..! jauh-jauh deh fikiran macam ini..!
Yang pasti Bisnis dan  Peluang Usaha di Arab Saudi aturannya sangat  jelas dan keamanan juga terjamin,tak pernah dijumpai yang namanya buka Restaurant,Cafe,Ataupun Usaha kecil lainnya kemudian ada preman yang minta jatah setiap bulan atau  setiap hari para pelaku pedagang kaki lima harus setor pada premen dll..!tak pernah ada  orang yg berbuat ala preman di Saudi Arabia..!
Yang penting syarat-syarat mendirikan usaha sudah terpenuhi dan pegawainya yang kebanyakan di datangkan dari luar negri atau TKI mempunyai identitas resmi maka usaha mereka lancar,tak ada pula pajak pendapatan yang harus setor pada Kerajaan setiap bulannya..jika untung besar ya tinggal berfikir melebarkan sayap Bisnisnya dan memenuhi segala aturan yang ada..!paling-paling setiap tahun memperbaharui Izin usaha-nya..dan memenuhi syarat-syarat seperti memenuhi kriteria sehat(bagi Resataurant) atau bisnis kuliner..!
Simple dan tidak berbelit itulah hukum di Saudi Arabia..!mau bisnis apa saja tak perlu  setor uang jatah pada si anu dan si itu..tak ada kasus macam ini di Saudi Arabia..!
Raja Salman Datang, Pengusaha RI-Arab Saudi Tukar Info Peluang Usaha di Arab Saudi
Hari ini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar acara Indonesia-Saudi Arabia Business Forum. Acara ini merupakan pertemuan Kadin Indonesia dengan Kadin Arab Saudi yang dihadiri oleh lebih dari 50 pengusaha dari masing-masing kedua belah pihak.
Dalam acara ini juga terjalin penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) diantara kedua belah pihak. MoU tersebut terkait pertukaran informasi di dunia bisnis, teknologi, peluang industri, serta memperkuat hubungan bilateral ekonomi dan bisnis.
“Kami sangat berharap MoU ini bisa menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan antara pemain bisnis Indonesia dan Arab Saudi,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Rosan mengatakan, hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi di bidang Peluang Usaha di Arab Saudi selama ini sudah terjalin cukup harmonis. Hal itu terlihat dari nilai total perdagangan non-migas antara Indonesia dan Arab Saudi pada 2011 dan 2015 meningkat 3,89% secara tahunan.
“Nilai rata-rata di Indonesia non-minyak dan gas ekspor ke Arab Saudi pada periode 2011-2015 tercatat US$ 1,83 miliar per tahun. Sementara itu, rata-rata impor non migas Indonesia dari Arab Saudi US$ 921,23 juta per tahun selama periode yang sama,” tuturnya.
Selain itu, Arab Saudi di Indonesia pada 2014 terdiri dari 6 proyek dengan nilai US$ 2,9 juta dan pada 2015 terdiri dari 28 proyek dengan nilai US$ 30,4 juta. Rosan berharap hubungan kerjasama ekonomi antara Indonesia-Arab Saudi bisa semakin ditingkatkan untuk membuka Peluang Usaha di Arab Saudi
“Kita tahu bahwa ada peluang besar bagi Arab Saudi untuk terlibat dalam upaya pembangunan kita dengan meningkatkan investasi Arab Saudi di Indonesia. Pemerintah Indonesia kini aktif mempercepat pelaksanaan program infrastruktur fisik, seperti jalan tol, kereta api, laut dan bandara, jembatan dan lainnya. Kami juga mengembangkan sejumlah kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Rosan dan Ketua Kadin Arab Saudi Hamdan Al Samarain. Sementara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan dan Industri Arab Saudi serta Kepala BKPM Thomas Lembong ikut menyaksikan.
Peluang Bisnis dan Peluang Usaha di Arab Saudi Masih Terbuka Lebar
Peluang Usaha di Arab Saudi bagi pengembangan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi masih terbuka lebar. Potensi yang dimiliki kedua negara, termasuk Provinsi Jizan, yang saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan dan pengembangan wilayahnya.
Demikian antara lain disampaikan Konsul Jenderal RI Jeddah Zakaria Anshar kepada Gubernur Jizan Pangeran Muhammad bin Nasir bin Abdul Aziz saat melakukan kunjungan dan pertemuan di kantor gubernur Jizan, seperti tertuang dalam siaran persnya, Selasa (3/4/2012).
Di samping membicarakan isu kerja sama ekonomi, Konsul Jenderal juga menyinggung isu perlindungan WNI di Jizan. Saat ini, kata Zakaria, diperkirakan terdapat sekitar 50 ribu WNI yang tinggal dan bekerja di Propinsi Jizan.
Pengembangan kota ini ditujukan sebagai pusat kegiatan industri, jasa, perdagangan, dan pariwisata. Pembangunan yang terus berlangsung di Jizan merupakan peluang emas bagi calon investor Indonesia. Jizan adalah wilayah potensial bagi pemasaran komoditas unggulan seperti bahan-bahan bangunan, produk interior maupun furniture.
Peluang Bisnis  dan Peluang Usaha di Arab Saudi
Para pembaca yang terhormat dan saya cintai. sudah kita ketahu bahwa sekian ribu jemaah haji dan umroh setiap tahun berbondong-bondong meuju ke tanah tempat kelahiran rasulallah Salawlahualihiwasalam. yaitu Kingdom Of Saudi Arabia Atau yang lebih di kenal dengan saudi arabia.. belum lagi para imigran asal indonesia yang bekerja di saudi arabia. yang kesemuanya berjumlah lebih dari 6juta Orang.yang kesemuanya berlokasi di hampir semua daerah saudi arabia.
banyak memang toko-toko indonesia yang sudah beroprasi di saudi arabia. tapi ini tidak sepenuhnya mencukupi semua kebutuhan penduduk indonesia yang bermukim di saudi arabia, semua orang indonesia yang bermukim di saudi arabia pasti memiliki perasaan yang sama. sesekali mereka pun ingin merasakan masakan khas asli indonesia yang hanya untuk sekedar melepas rasa rindu pada rasa kuliner kampung halaman. menurut penelusuran saya selama bermukim di saudi arabia dan bekerja pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi bangunan dan airport. membuat saya memiliki waktu luang yang banyak sekali unutk sekedar hunting atau jalan-jalan melihat – lihat semua toko-toko indonesia yang ada di saudi arabia. dari semua toko indonesia yang saya datangi..dan tanyakan,, perihal barang dagangan dan Peluang Usaha di Arab Saudi yang paling laris manis. di antaranya ialah:
1.Tempe dan Tahu
2.Terasi.
3.Kerupuk (baik kering maupun sudah siap saji)
4.Rokok dan Minuman asli indonesia (sosro.Larutan cao kaki tiga,dll)
5.Kopi asli indonesia (kapal api dan ABC)
setelah saya tanyakan pada pemilik toko yang memang asli orang indonesia. tentang ketersediaan barang tersebut. semuanya menjawab banyak mengalami kesulitan dalam mengadakan stok barang. karna pada dasarnya sebagian dari barang-barang tersebut memang tidak dari perusahaan yang sudah memiliki izin pengiriman barang dalam kapasitas besar. atau dalam bahasa bisnis (export-Import) mereka selalu memnggunakan jasa kiriman barang pada umumnya. yang harga nya sangat luar biasa mahal. ini sangat mempengaruhi pada harga jual barang dagangan mereka. namun tetap saja barang yang dengan harga yang tinggipun tetap saja laris manis. saya sempat menanyakan pada salah satu pemilik toko tentang omzet pendapatan toko nya per bulan. mereka mengatakan rata-rata  mencapai 50.000 – 80.000 SR per bulan-nya. luar biasa. memang tidak mudah untuk mendirikan toko indonesia di tanah para nabi ini.. banyak prosedur yang harus kita lalui. yang salah satunya adalah dengan menggandeng warga asli saudi sebagai media kerjasama. dan kita harus membagi penghasilan sesuai dengan perjanjian dengan mereka. dari setiap omzet penghasilan tahunan kita. namun ini tidak menyurutkan para pemilik toko indonesia di saudi arabia, mereka bahkan ingin membuka lebih banyak lagi cabang di berbagai daerah di saudi arabia. namun bukan bisnis ini yang akan saya tawarkan dan beritakan pada anda. kita tidak harus berurusan dengan system birokasi saudi arabia yang terkenal dengan sistem sangat-sangat lambat. saya akan  memberi tahukan tentang Peluang Usaha di Arab Saudi pengadaan barang, dengan jenis yang saya sebutkan di atas tadi. jika kita bisa mengekspor tempe dan tahu dalam kapasitas besar dan berkesinambungan, ini bukan saja akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat kita, dan menguntungkan secara financial bagi pelaku bisnis tersebut. atau pemilik modal. saya tadi menyebutkan tentang sulitnya pengiriman barang yang tidak bermerek karna merka memang tidak memiliki modal dan pengalaman dalam melakukan transaksi antar negara. namun barang-barang mereka benar-benar di minati baik oleh orang indonesia maupun oleh orang saudi itu sendiri.
Para pembaca yang budiman. ini hanya sekedar pemikiran saya sebagai orang awam. menurut saya bagaimana jika kita mengumpulkan mereka para produsen kecil dalam satu wadah yang bernaung dalam satu lembaga yang resmi. dengan menggunakan satu merek dagang sebagai media export. mudahnya kita sebagai pemilik modal sebagai tengkulak atau bandar, kemudian kita mengekspor barang dari gudang kita dengan satu nama perusahaan exsport import yang sudah berpengalaman. ke gudang yang ada di negara saudi arabia.. setelah itu baru kita distribusikan ke tiap-tiap toko indonesia yang ada di indonesia.
Saya optimis Peluang Usaha di Arab Saudi dan semua toko indonesia akan mau bekerjasama dengan perusahaan yang kita bangun itu. dengan perjanjian pembayaran yang di sesuaikan. karna perusahaan kita memiliki komitemen tentang ketersedian barang setiap saat. ini hanya menurut pendapat saya,, atau mungkin ada yang sudah mencoba?. sekian dulu tulisan dari saya, kita akan lanjutkan lagi tentang bisnis rakyat pada tulisan berikutnya,, silahkan anda kasih saran. agar kita saling berbagi pengalaman,,
Dari Berbagai Simber Peluang Usaha di Arab Saudi
Baju Syari : Mau baju syari made in Gerai Aisy Syari, silakan kontak langsung ke WA/Tpl/Sms: 083891175149
Bbm: 5E95FA25
Baju SyariBetapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]
Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai Baju Syari wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan “Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang“. Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.
Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)
Busana Syari yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah
Baju Syari : Banyak sekali pertanyaan yang muncul di forum forum Islam tentang Baju Syari menurut Islam, untuk di pergunakan sehari hari dimanapun sedang berada. Artikelpun bermunculan mengenai Baju Syari menurut Islam yang benar.
Berikut Artikel yang saya copas dari rumahsho
Baju Syari
Baju Syari
Pakaian yang Mesti Engkau Pakai, Saudariku!
Betapa banyak kita lihat saat ini, wanita-wanita berbusana muslimah, namun masih dalam keadaan ketat. Sungguh kadang hati terasa perih. Apa bedanya penampilan mereka yang berkerudung dengan penampilan wanita lain yang tidak berkerudung jika sama-sama ketatnya[?]
Oleh karena itu, pembahasan kita saat ini adalah mengenai Baju Syari wanita muslimah yang seharusnya mereka pakai. Pembahasan kali ini adalah lanjutan dari pembahasan “Wanita yang Berpakaian Tetapi Telanjang“. Semoga bermanfaat. Hanya Allah lah yang dapat memberi taufik dan hidayah.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.
Dari tafsiran yang shohih ini terlihat bahwa wajah bukanlah aurat. Jadi, hukum menutup wajah adalah mustahab (dianjurkan). (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Amru Abdul Mun’im, hal. 14)
Syarat Baju Syari yang Harus Diperhatikan
Pakaian wanita yang benar dan sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya memiliki syarat-syarat. Jadi belum tentu setiap pakaian yang dikatakan sebagai pakaian muslimah atau dijual di toko muslimah dapat kita sebut sebagai pakaian yang syar’i. Semua pakaian tadi harus kita kembalikan pada syarat-syarat pakaian muslimah.
Para ulama telah menyebutkan syarat-syarat ini dan ini semua tidak menunjukkan bahwa pakaian yang memenuhi syarat seperti ini adalah pakaian golongan atau aliran tertentu. Tidak sama sekali. Semua syarat pakaian wanita ini adalah syarat yang berasal dari Al Qur’an dan hadits yang shohih, bukan pemahaman golongan atau aliran tertentu. Kami mohon jangan disalah pahami.
Ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini-. Lalu ada ulama yang melengkapi syarat yang beliau sampaikan yaitu Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Ingat sekali lagi, syarat yang para ulama sebutkan bukan mereka karang-karang sendiri. Namun semua yang mereka sampaikan berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih.
Syarat pertama: Baju Syari wanita harus menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ingat, selain kedua anggota tubuh ini wajib ditutupi termasuk juga telapak kaki.
Syarat kedua: bukan Baju Syari untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai politik! Yang terkahir ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan di antara kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat menggoda kaum lelaki.
Ingatlah, bahwa maksud perintah untuk mengenakan jilbab adalah perintah untuk menutupi perhiasan wanita. Dengan demikian, tidak masuk akal bila jilbab yang berfungsi untuk menutup perhiasan wanita malah menjadi pakaian untuk berhias sebagaimana yang sering kita temukan.
Syarat ketiga: Baju Syari tersebut tidak tipis dan tidak tembus pandang yang dapat menampakkan bentuk lekuk tubuh. Pakaian muslimah juga harus longgar dan tidak ketat sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)
Cermatilah, dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.
Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum.
Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Perempuan mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih). Lihatlah ancaman yang keras ini!
Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَعَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)
Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satu pun kecuali wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seseorang tak mampu membedakan lagi, mana yang pria dan wanita dikarenakan mengenakan celana panjang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Betapa sedih hati ini melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana barat baik melalui majalah, televisi, dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Laa haula walaa quwwata illa billah.
Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh).
Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِى الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا
Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
Pakaian syuhroh di sini bisa bentuknya adalah pakaian yang paling mewah atau pakaian yang paling kere atau kumuh sehingga terlihat sebagai orang yang zuhud. Kadang pula maksud pakaian syuhroh adalah pakaian yang berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai di negeri tersebut dan tidak digunakan di zaman itu. Semua pakaian syuhroh seperti ini terlarang.
Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib.
Dari Diqroh Ummu Abdirrahman bin Udzainah, dia berkata,
كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى امْرَأَةٍ بُرْداً فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ
“Dulu kami pernah berthowaf di Ka’bah bersama Ummul Mukminin (Aisyah), lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib. Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salib tersebut. Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Ibnu Muflih dalam Al Adabusy Syar’iyyah mengatakan, “Salib di pakaian dan lainnya adalah sesuatu yang terlarang. Ibnu Hamdan memaksudkan bahwa hukumnya haram.”
Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).
Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh, pen). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. Setelah itu beliau bersabda,
إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ الذِّيْنَ يُشَبِّهُوْنَ ِبخَلْقِ اللهِ
Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)
Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal.
Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan.
Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan .
Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah. Seperti mengharuskan memakai pakaian hitam ketika mendapat musibah sebagaimana yang dilakukan oleh Syi’ah Rofidhoh pada wanita mereka ketika berada di bulan Muharram. Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa pengharusan seperti ini adalah syi’ar batil yang tidak ada landasannya.
Inilah penjelasan ringkas mengenai syarat-syarat jilbab. Jika pembaca ingin melihat penjelasan selengkapnya, silakan lihat kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kitab ini sudah diterjemahkan dengan judul ‘Jilbab Wanita Muslimah’. Juga bisa dilengkapi lagi dengan kitab Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah yang ditulis oleh Syaikh Amru Abdul Mun’im yang melengkapi pembahasan Syaikh Al Albani.
Terakhir, kami nasehatkan kepada kaum pria untuk memperingatkan istri, anggota keluarga atau saudaranya mengeanai masalah pakaian ini. Sungguh kita selaku kaum pria sering lalai dari hal ini. Semoga ayat ini dapat menjadi nasehatkan bagi kita semua.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)
Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua dalam mematuhi setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya menggunakan Baju Syari.
Alhamdullillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat.
Rujukan:
1. Faidul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, Mawqi’ Ya’sub, Asy Syamilah
2. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Islamiyah-Amman, Asy Syamilah
3. Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh ‘Amru Abdul Mun’im Salim, Maktabah Al Iman
4. Kasyful Musykil min Haditsi Ash Shohihain, Ibnul Jauziy, Darun Nasyr/Darul Wathon, Asy Syamilah
5. Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

mukena-bali
Mukena Bali
MUKENA BALI : Terlihat nama ini terdengar di pendengaran saya agak sedikit aneh, kenapa aneh, kita ketahui daerah Bali itu mayoritas penduduknya non muslim, tapi kenapa nama Mukena Bali begitu terkenal di kalangan muslimah. Mungkin inilah toleransi masyarakat Bali yang sudah terkenal toleransinya dalam beragama.
Dimanakah pusat lokasi penjualan di daerah Bali, di daerah sentral pasar tradisional di Pasar Sukawati – Gianyar dan Pasar Kumbasari , Denpasar adalah tempat strategis Mukena Bali di jual.
Seperti diketahui bahwa dua lokasi tersebut adalah tempat tujuan berbelanja oleh oleh bagi tamu Internasional maupun Domestik dari seluruh Nusantara,yang kemudian  secara tidak langsung mempunyai peranan yang cukup besar didalam mempromosikan di Indonesia.
Seiring berjalanya waktu , kebutuhan pasar  terhadap produk Mukena Bali semakin tahun semakin meningkat  dengan lebih banyak corak dan motif Mukena yang bervariatif.  Dan produsen atau garmen besar  dari luar Bali pun  melirik untuk  memproduksi dan bersaing didalam  mengambil peluang ini khususnya 2 -3 bulan sebelum menjelang Puasa Ramadhan Lebaran Idul Fitri.
Sekarang sista dan bunda bisa menjumpai pedagang atau pengusaha kecil semakin banyak   di area Denpasar semakin marak ikut menjajakan  ,  saya  bahagia karena peluang ini benar benar diambil oleh pelaku Usaha Kecil karena mereka adalah partner penjual Mukena produksi saya.
Bahan Kain : ada beberapa macam jenis material kain yang digunakan untuk membuat Mukena   ( sutera , katun, rayon, dll) , tetapi dalam tulisan ini saya hanya membahas meteril yang saya gunakan yaitu  Kain Rayon kualitas satu atau disebut Rayon Janger.
Motif  dan Jenisnya ,Produk keunggulan adalah Motif atau corak yang unik atau  natural , motif ini lebih diminati oleh pelanggan sebagian besar di Indonesia ,Motif Bunga Bunga, Motif Tatto dan Motif Lukis. Sedangkan Jenis Mukena Bali , dikategorikan berdasarkan Model yaitu Mukena Model Standar dan Mukena Model Rempel . Untuk Kategori Ukuran Mukena Bali, terbagi dalam beberapa definisi  yaitu Ukuran Reguler/Standar, Ukuran Jumbo , dan Ukuran Super Jumbo
Kualitas  buatan Asli Bali mempunyai keuunggulan di kualitas jahitan , indikasi  tehnis ini karena dalam proses pengerjaan jarit dilakukan secara Home Industry dengan mengandalan tehnik SDM (penjahit)  dari pada tehnology Mesin Jahit , sehingga hasil akhir dari kualitas jahitan lebih dinamis , rapat dan kuat, hal ini tentunya berdasar review saya pribadi selama hampir dua Tahun dalam menggeluti produksi Mukena Bali.
Harga  Mukena Bali, definisi Harga Mukena Bali terbagi dalam beberapa kategori  baik Online maupun Offline , yaitu Harga Distributor  atau Harga Agen , Harga Reseller  dan Harga Eceran atau Retail. Channel tersebut yang akan membedakan perbedaan besar kecilnya  keuntungan Usaha.
Keuntungan Bisnis Mukena Bali , berkisar diantara  10% s/d 30 % tergantung dari strategy didalam melakukan bisnis Mukena Bali , apakah lebih berperan di Volume transaksi atau High Profit Transaksi , semuanya kembali ke keberanian dan intuisi anda masing masing tentunya,
Diatas saya telah bahas panjang lebar tentang mukena bali, tapi kita belum tahu sejarah dari mukena bali itu sendiri
SEJARAH MUKENA BALI ASLI
Disebut Model Mukena Bali karena mukena ini pada mulanya diproduksi di Bali dengan motif-motif yang khas Bali pula. Yang awalnya mukena bali ini muncul karena adanya kreasi mukena yang didesain dengan corak dan motif bunga khas bali. Saat itu, kreasi model mukena bali ini masih dijual secara terbatas di pasar tradisional kota Denpasar.
Namun seiring berjalannya waktu, pasar yang telah menjadi salah satu pusat belanja para turis lokal maupun mancanegara tersebut tentu memiliki peran dan pengaruh yang besar untuk mengenalkan mukena bali sehingga mukena ini pun menjadi sangat populer diIndonesia hingga saat ini.
KEUNGGULAN 
Tentunya merupakan produk asli pulau Bali yang kini telah banyak dijual dibeberapa pasar di Indonesia bahkan mancanegara. Lalu, keunggulan  yang utama dan paling utama yaitu terletak pada bahan kainnya.
Lalu, keunggulan lainnya, terletak pada penampilannya yang menarik karena telah didesign dengan berbagai macam corak dan motif yang cantik dan indah juga enak dipandang.
Juga, karena mukena ini asli buatan Bali, maka bisa dipastikan bahwa jahitan  ini cenderung rapi , dinamis, kuat dan tidak berjarak karena dikerjakan langsung secara industry home oleh para penjahit. Tentunya, kualitas penjahit secara manual pasti lebih tinggi dibandingkan dengan kualitas mesin yang terkadang cenderung tidak rapi dan kuat.
BAHAN 
Umumnya dibuat dari bahan rayon, tentu saja dengan berbagai tingkatan grade bahannya. Sedangkan motif-motif khas Bali yang dipakai pada mukena ini biasanya dibuat dengan teknik printing.
Namun, ada juga yang terbuat dari bahan katun, sutera,dll. Bahan mukena bali yang paling populer di gunakan oleh wanita muslimah ialah model mukena bali dengan bahan rayon karena bahan rayon ini tidak mudah kusut dan nyaman jika digunakan dalam waktu yang lama.
VARIAN 
Jika berbicara mengenai model, mukena bali memiliki 2 varian model, yaitu:
1. Model Standar
2. Model Rempel
Bisa dibedakan berdasarkan pada motif dan ukurannya.
Beberapa pilihan motif pada mukena bali ini yaitu:
1. Motif Bunga
2. Motif Lukis
3. Motif Tattoo
Dibedakan berdasarkan ukuran, mukena bali ada yang berukuran:
1. Ukuran Mukena Standar
2. Ukuran Mukena Semi Jumbo
3. Ukuran Jumbo
4. Ukuran Mukena Super Jumbo
KISARAN HARGA 
Karena Mukena Bali memakai teknik printing dalam pembuatannya itu, harga relatif lebih murah dibanding mukena bordir, baik bordir komputer seperti pada mukena Tasik, maupun bordir manual pada mukena Padang.
Memiliki kisaran harga terjangkau, yaitu hanya dengan uang 200rb-an saja, anda sudah bisa memilikinya kini. Biasanya, harga mukena bali juga dibandrol dari 100rb sampai 250rb-an rupiah.
CARA MENGETAHUI MUKENA BALI ANDA ASLI ATAU PALSU
Inilah pokok artikel 1 langkah praktis mengetahui yang akan segera saya beberkan. Langsung cek mukenanya setelah ini ya. Asli atau ternyata tiruan (baca: palsu) hehe..
Di era Globabalisasi modern ini, apa yang tidak bisa dilakukan coba? Termasuk Peniruan. Lah ko bahas peniruan sih? Iyaa, karena di 2016 ini, banyak ditemukan mukena bali yang PALSU atau TIRUAN. Atau, istilahnya sekarang itu barang KW.
Masa iya mukena pun ditiru? Ya namanya juga ada kemajuan teknologi, jadi apapun bisa dilakukan oleh siapa saja untuk bisa memuaskan hasrat nya. Terutama meniru sesuatu yang menurutnya bisa untuk ditiru.
Jadi, hati-hati ya dalam membeli yang asli karena sekarang banyak mukena bali tiruan. Nah, lalu bagaimana dong cara membedakan asli dan tiruan?
Begini caranya:
Mukena bali asli memiliki warna ungu dan tosca dan warna favorit lainnya yang tidak mudah luntur. Jika Anda membeli mukena yang juga dicap sebagai mukena Bali namun setelah dicuci pertama kali dan selanjutnya selalu luntur, hal ini bukanlah mukena asli
Warna dan motif tidak mudah hilang atau luntur karena dicuci. Motif dan juga warna mukena Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, dengan motif yang cantik itulah dan dibalut dengan warna yang indah, mukena Bali menjadi populer dikalang masyarakat. Tapi,  yang palsu pastinya memiliki bahan yang berbeda dari yang asli.
Ciri-ciri khas memiliki bahan yang berkualitas, bahannya tebal dan terasa adem saat digunakan. Bahan yang digunakan  palsu adalah bahan kain tipis, motif dan warnanya terkesan norak.
Memang kadang sulit dibedakan antara  asli dan palsu, apalagi motif dan modelnya sama, namun bahan dan harga bisa membedakan antara asli dan palsu.
Harga yang asli jauh lebih mahal dibadingkan harga yang palsu. Palsu harganya jauh lebih terjangkau karena bahan yang digunakan juga berbeda dari aslinya. Yang jelas, Anda harus mengetahui ciri-ciri khas yang asli sebelum membawanya pulang.
Yang asli nyaman digunakan dan bisa menutup seluruh bagian tubuh kecuali muka. Dengan memilih yang asli maka Anda bisa mendapatkan kenyamanan saat beribadah. Yang asli memang nyaman dan membuat ibadah Anda semakin khusuk.

RAHASIA DIBALIK MUKENA LEMBUT, NYAMAN, LUWES DAN ADEM

Berbeda dengan mukena bali, ternyata ada di luar sana yang luput dari pandangan kita. Tetapi sebenarnya, anda mungkin sudah cukup familiar dengan mukena ini. Tetapi karena belum peka seperti kata anak kekinian sekarang, hehe kita jarang mengetahuinya.
Ya. Ada juga mukena yang tidak hanya bisa dibawa ketika ibadah saja tetapi bisa juga dibawa saat travelling dengan lega dan tanpa ribet. Tetapi, nilai plusnya bukanlah di sana. Apa yang menjadi nilai kelebihan mukena ini?
Lembut, nyaman, luwes dan adem juga menambah rasa khusuk ketika beribadah merupakan salah satu impian kita sebagai muslimah. Pertanyaannya adalah, apa kah ada mukena seperti ini? Ada!
Selain itu jg didukung dgn design, motif dan pilihan Warna yg lebih elegant, mature dan ekslusif untuk wanita range umur 35-45 tahun dengan mukena jenis Nova dan Diva.Karakter Tatuis adalah warna ceria dan motif flowery dalam setiap designnya.
Kami juga menyediakan Mukena Katun Jepang loohh..
MAU BELI
Kalau ukhti and umi berminat silakan hubungi ghirah.com , in shaa Alloh kami akan melayani anda dengan senang hati. Jazakillah..

Mukena SoloMUKENA SOLO : Kenapa di namakan mukena solo, sudah pasti mukena ini berasal dari daerah Solo di provensi Jawa Tengah. Mukena Solo banyak beragam bentuk, corak dan modelnya, bahannyapun ada dari beberapa bahan..
Model dari mukena Solo yang terkenal adalah Mukena Lukis, Mukena Batik, sedangkan tempat grosiran mukena di solo ada di daerah Pasar Klewer merupakan sebuah kawasan pasar tekstil terbesar yang ada di Kota Solo. Pasar yang letaknya disebelah Keraton Surakarta ini juga menjadi tempat grosir distributor bagi para pedagang untuk membeli produk-produk busana yang akan  dijual lagi kepada para konsumen.Produk yang paling banyak dicari para pedagang di Pasar Klewer Solo adalah batik. Tidak hanya kain batiknya saja yang ada di pasar tersebut. akan tetapi di Pasar Klewer juga menyediakan hasil tekstil berupa pakaian batik yang sudah jadi. Selain terkenal dengan batiknya, di pasar Klewer Solo kita juga bisa menemukan berbagai macam produk busana lainnya. mulai dari baju muslim, gamis, hijab, mukena dan lain sebagainya.
Banyak tersebar di daerah solo, sebelum pergi ke solo sebaiknya menggunakan fasilitas search engine terlebih dahulu untuk mencari produsen mukena di daerah solo, cara ini menghemat waktu san sangat mudah, anda tinggal ketik di google.co.id dengan keyword ” Produsen Mukena Solo ”
Sekilas Tentang Kota Solo
Surakarta terletak di Provinsi Jawa Tengah. Sebelum bergabung dengan Indonesia, Surakarta diperintah oleh Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegaran. Semasa dikuasai oleh Belanda, Surakarta dikenal sebagai sebuah Vorstenland atau wilayah kerajaan. Penguasa Kasunanan Surakarta saat ini adalah Sunan Pakubuwana XIII, dan penguasa Praja Mangkunegaran saat ini adalah Adipati Mangkunegara IX. Kedua penguasa monarki seremonial ini tidak memiliki kekuasaan politik di Surakarta.
Secara yuridis Kota Surakarta terbentuk berdasarkan Penetapan Pemerintah tahun 1946 Nomor 16/SD, yang diumumkan pada tanggal 15 Juli. Dengan berbagai pertimbangan faktor-faktor historis sebelumnya, tanggal 16 Juni 1946 ditetapkan sebagai hari jadi Pemerintah Daerah Kota Surakarta.
Sumber Wikipedia


Daripada menuntut terus persamaan gender, mending setiap wanita berusaha memiliki 8 sifat wanita terbaik berikut ini.
1- Menutup Aurat
Wanita terbaik itu menutup auratnya. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, menurut pendapat terkuat di antara pendapat para ulama.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya  ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59).
Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31).
Baca selengkapnya tentang Kaos Dakwah
2- Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syar’i
Wanita yang menjadi idaman sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil Al Qur’an dan As Sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33).
Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”
Syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat:  Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
لَعَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ
Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”.(HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
Inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.
Baca selengkapnya tentang Hijab Muslimah
3- Betah Tinggal di Rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada Saudah -istri Rasulullah-, “Mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri Nabi yang lain, pent)?” Jawaban beliau, “Aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan Allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “Demi Allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga Allah ridha kepadanya.
Ibnul ‘Arabi bercerita, “Aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah Napolis, Palestina, tempat Nabi Ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari Jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat Jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat Jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari Jumat berikutnya”.
Dari Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”
Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumah kecuali dengan izin suaminya.” Beliau juga berkata, “Bila si istri keluar rumah suami tanpa izinnya berarti ia telah berbuat nusyuz (pembangkangan), bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, serta pantas mendapatkan siksa.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32: 281)
Baca selengkapnya tentang Baju Muslim Muslimah

4- Memiliki Sifat Malu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ
Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.)
Kriteria ini juga semestinya ada pada setiap wanita. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (23) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24)
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (QS. Qashash: 23-24). Lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!
Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil Musa ‘alaihis salaam; Allah melanjutkan firman-Nya,
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.‘” (QS. Al Qashash : 25)
Ayat yang mulia ini,menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan bersifat malu. Allah menyifati gadis wanita yang mulia ini dengan cara jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.
Amirul Mukminin Umar bin Khoththob rodiyallohu ‘anhu mengatakan, “Gadis itu menemui Musa ‘alaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat, menutupi wajahnya.” Sanad riwayat ini shahih.
Baca selengkapnya tentang Baju Muslim Muslimah

5- Taat dan Menyenangkan Hati Suami
Istri yang taat pada suami, senang dipandang dan tidak membangkang yang membuat suami benci, itulah sebaik-baik wanita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Begitu pula tempat seorang wanita di surga ataukah di neraka dilihat dari sikapnya terhadap suaminya, apakah ia taat ataukah durhaka.
Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)
Baca selengkapnya tentang Hijab Style Muslimah

6- Menjaga Kehormatan, Anak dan Harta Suami
Allah Ta’ala berfirman,
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34).
Ath Thobari mengatakan dalam kitab tafsirnya (6: 692), “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”
7- Bersyukur dengan Pemberian Suami
Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan suaminya kepadanya. Bila tidak, si istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah Ta’ala.
Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,
وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). Lihatlah bagaimana kekufuran si wanita cuma karena melihat kekurangan suami sekali saja, padahal banyak kebaikan lainnya yang diberi. Hujan setahun seakan-akan terhapus dengan kemarau sehari.
8- Berdandan dan Berhias Diri Hanya Spesial untuk Suami
Sebagian istri saat ini di hadapan suami bergaya seperti tentara, berbau arang (alias: dapur) dan jarang mau berhias diri. Namun ketika keluar rumah, ia keluar bagai bidadari. Ini sungguh terbalik. Seharusnya di dalam rumah, ia berusaha menyenangkan suami. Demikianlah yang dinamakan sebaik-baik wanita.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Semoga bermanfaat bagi setiap wanita. Moga Allah memberi taufik untuk mengamalkannya.
Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.

Baca selengkapnya tentang Hijab Fashion Muslimah

Ciri-ciri Wanita Solehah (Wanita Idaman)

Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeda dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeda dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang sholihah.

Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya: “Maka wanita yang sholihah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)

Wanita shalihah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.

Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang sholihah, idaman setiap suami. Oleh karenanya seyogyanya setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang sholihah. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita sholehah, di antaranya:

1. Pertama
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanahu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya. Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.

Baca selengkapnya tentang Busana Muslim Muslimah

2. Kedua
Wanita muslimah selalu menjaga sholat lima waktu dengan wudlu’nya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan sholat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari sholat itu. Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah sholat itu. Sebab sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.
3. Ketiga
Wanita muslimah adalah yang menjaga jilbabnya dengan rasa senang hati. Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berjilbab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum jilbab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan jilbab tersebut. Allah berfirman:

Artinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)

4. Keempat
Wanita muslimah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا صلحت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت زوجهادخلت جنّة ربّها (رواه أحمد وطبراني)

5. Kelima
Wanita muslimah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.

Allah berfirman, artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)
Baca selengkapnya tentang Model Baju Batik Muslimah


6. Keenam
Wanita muslimah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)

Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berjilbab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)

7. Ketujuh
Wanita muslimah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”

Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku. 

Baca selengkapnya tentang Gamis Modern Muslimah

8. Kedelapan
Wanita muslimah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telepon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms. Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah. 

9. Kesembilan
Wanita muslimah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat. Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)

Menjaga farjinya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca selengkapnya tentang Model Baju Muslimah

10. Kesepuluh
Wanita muslimah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya. Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.
Artinya: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)

Artinya: “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)
Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang sholihah karena banyak wanita muslimah yang tidak sholihah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

Artinya: “Maka wanita yang sholihah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)

Wanita shalihah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”
Dari berbagai sumber Ghirah.com